Menunggu sebuah ledakan besar meruntuhkan akal sehatku,
menghancurkan keyakinanku, memacu adrenalin untuk menaklukkan tantangan di
depan mata, menunggu saat itu datang dalam hidupku. Kita tak tau kapan hal itu
akan terjadi, terkadang disaat kita putus asa dan seolah dunia berakhir detik
ini juga bagi kita, disaat itu sebuah api semangat membara memacu diri kita
untuk melompat menyambut mimpi yang baru. Tangan Allah terulur, kasih sayangnya
menuntun kita kembali ke jalan yang benar. Saat kita benar benar terpuruk dan
tak ada seoranpun yang mengerti dirimu, kau ingin memaki semua yang kau lihat,
persetan dengan semua ini tapi cobalah pejamkan matamu dan lihat lebih dalam
pada jiwa mu kau tak seburuk itu, kau tak selemah itu untuk menyerah.
Semua
orang menghujatmu, memakimu, tak mempercayaimu, menganggapmu tak ada,
biarkanlah semua itu terjadi, biarkanlah dunia berubah sesuka mereka, tapi satu
yang harus kau pegang, satu yang tak akan berubah, percaya pada dirimu, yakin
jika dirimu masih bisa melangkah, melihat masa depan dengan jiwa yang masih
percaya pada dirinya saat tak seorangpun sudah menganggapnya bajingan gila dan
sampah. Kau pantas memuji dirimu, itulah cara yang bisa membuatmu bertahan,
karena Allah tak akan meninggalalkan hambanya saat ia masih memiliki
kepercayaan dalam dirinya.
Apa
yang ingin aku katakan kali ini adalah :
APA
YANG MEREKA KATAKAN, MEREKA TAK TAHU APA YANG KAU LAKUKAN DAN MEREKA TAK
PERDULI, MEREKA HANYA AKAN MEMAKI DAN MENGOMENTARI, JIKA KAU INGIN BERTAHAN,
PEJAMKAN MATAMU DAN BERJALANLAH KE JALAN YANG MEMBAWAMU KEARAH TUJUAN HIDUPMU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar