PUTUS ASA ? NO !!!!
Tuhan,, ini berat dan sungguh menyiksa. Kenapa air
mata ini tak kunjung kering. Masih saja mengalir, masih sama derasnya seperti
awal kehilanganya, dan sakit ini masih sama sakitnya. Tuhan, aku kangen dia.
Begitu kangen hingga ini begitu sakit, berkali – kali lebih sakit. Tempat aku
mengadu, dia selalu membelaku. Dan sekarang tempat itu hanya menjadi sarang
kenangan yang akan membunuhku.
Aku tak baik – baik saja. Tanpa sahabat yag setia,
dan suasana ini yang begitu membuatku putus asa. Aku bagai kapas yang terombang
– ambing dalam badai. Aku sendiri Tuhan, kenapa aku bagai tak merasakan
hadirmu, apa hati ini begitu penuh duka. Tuhan kenapa sakit ini begitu sakit.
Entahlah apa aku akan bertahan dan menganggap semua
ini baik – baik saja, apa aku bisa? Tuhan pantaskah aku meminta lagi kepadamu.
Kadang aku merasa tak punya malu selalu meminta banyak hal dalam hidup ini.
Tapi kali ini dengan setulus hati aku minta, jangan ambil satu malaikat dalam
hidupku lagi Tuhan..
Aku menangis dan bertanya apa yang aku tangisi
hingga air mata ini tak kunjung kering. Dan jawabannya hanya kau yang tau
Tuhan, kau yang membuat air mata ini terus terjatuh..
Esok masih sama, karena harapan dan mimpiku telah
mati bersamanya. Terkubur bersamanya, bersama janji yang tak akan mampu aku
tepati. Biarlah diriku menjadi apa yang dikehendaki-Nya, aku terlalu lelah
untuk berubah, telalu letih untuk bermimpi. Biarlah kapas itu terbawa angin.
Biarlah kapas itu mati. Dia tak mampu menjadi apa – apa tanpa dirinya. Begitu
rapuh..
Hari ini hanya ada Mel, dan tak ada lagi Mel yang
ceria dan tangguh. Forever.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar