Bagaimanapun rupa guci yang kamu miliki, jagalah dia. Jadikan dia guci yang kuat, yang bisa bertahan walau terjun dari atas ketinggian. Bukan guci yang akan retak lalu pecah hanya karena sebuah jarum terselip didalamnya.
Sabtu, 17 Juni 2017
BELAJAR DARI GUCI
Guciku selama ini hanya terisi air yang tenang dengan perlahan, tapi kini kerikil bahkan batu berjatuhan kedalamnya. Aku tak yakin apa guciku mampu menahannya. Aku tak pernah tahu seberapa kuat guci yang kumiliki. Tapi aku bersyukur, guci ku diberi kesempatan untuk menampung kerikil dan batu yang tajam, sehingga aku tahu seberapa kuat dia bertahan dan bagaimana aku harus memperbaikinya atau bahkan menggantinya. Aku harus memiliki guci yang bisa menampung apapun yang Dia berikan. Bukan guci yang selalu meminta apa yang dapat dia tampung. Karena memiliki banyak hal akan lebih berharga daripada satu hal, walaupun berbagai hal tersebut tak cocok dengan guciku. Aku bisa menghancurkan guciku saat ini juga. Tapi aku memilih untuk memeluknya dan kuperbaiki retaknya. Karena bukan saat ini waktu untuk berganti guci atau menjualnya. Guciku masih layak untuk menampung yang Dia berikan. Tambalan kanan kiri, akan membuatnya kuat, walau sedikit merusak penampilanya. Aku hanya harus menutup mata saja, dan melanjutkan ini semua. Guci yang mulus rupanya, memang indah dipandang mata, tapi guci yang menyimpan banyak harta, lebih berharga dari segalanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar