FUCK FRIENDS?????
Entah apa hanya aku yang merasakannya. Tapi kini kau
bagai orang asing bagiku. Hingga keadaan saat ini seperti memaksaku
meninggalkanmu dan mengabaikanmu.
Apa yang salah denganku, kenapa tak
kau beritahu kesalahanku agar aku dapat merubah semua itu. Kau memilih acuh dan
menghilang dari lingkaran orang-orang yang dapat kuandalkan.
Ku ingat pernah mengajarkan ini semua
padamu. Berteman tanpa perasaan. Tapi aku menyesal pernah mengajarkan semua itu
padamu. Kau melakukanya padaku juga.
Semua tongkatku telah rapuh saat kedua
kakiku masih belum sempat menopang beban tubuhku. Aku terlalu lama menderita,
tapi aku memiliki keyakinan aku bisa melewati semua rintangan kehidupan ini
walau tanpa tongkat sekalipun.
Tak apa jika aku harus merangkak dan
berlumuran lumpur hingga tubuhku tertutupi darah penderitaan. Aku bisa mencapai
tujuanku.
Kan kutemukan tongkat abadiku,
pegangan hidupku, teman sejatiku. Yang tak berfikir dua kali untuk
mempercayaiku. Yang akan lebih memilih sahabatnya daripada serpihan hatinya.
Apakah aku marah kau pergi
meninggalkanku?
Tidak,
dan walau hatiku berkata Ya, aku akan tetap berkata tidak. That’s your choice.
What can I do? Aku hanya dapat memberikanmu pelukan sahabat saat kau
membutuhkanku… ingatlah “kawan” saat kau menangis padaku karena sahabat
sejatimu meninggalkanku? Kubuka lebar pelukanku agar kau tak merasa kesepian.
Kini saat sahabatmu telah kembali, kau pergi meninggalkanku tanpa sempat
mengucapkan selamat tinggal.
BAHAGIALAH
KAWAN, tak apa jika kau tak ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar