Kamis, 12 November 2015

13 November 2015

FUCK FRIENDS?????
Entah apa hanya aku yang merasakannya. Tapi kini kau bagai orang asing bagiku. Hingga keadaan saat ini seperti memaksaku meninggalkanmu dan mengabaikanmu.
          Apa yang salah denganku, kenapa tak kau beritahu kesalahanku agar aku dapat merubah semua itu. Kau memilih acuh dan menghilang dari lingkaran orang-orang yang dapat kuandalkan.
          Ku ingat pernah mengajarkan ini semua padamu. Berteman tanpa perasaan. Tapi aku menyesal pernah mengajarkan semua itu padamu. Kau melakukanya padaku juga.
          Semua tongkatku telah rapuh saat kedua kakiku masih belum sempat menopang beban tubuhku. Aku terlalu lama menderita, tapi aku memiliki keyakinan aku bisa melewati semua rintangan kehidupan ini walau tanpa tongkat sekalipun.
          Tak apa jika aku harus merangkak dan berlumuran lumpur hingga tubuhku tertutupi darah penderitaan. Aku bisa mencapai tujuanku.
          Kan kutemukan tongkat abadiku, pegangan hidupku, teman sejatiku. Yang tak berfikir dua kali untuk mempercayaiku. Yang akan lebih memilih sahabatnya daripada serpihan hatinya.
          Apakah aku marah kau pergi meninggalkanku?
Tidak, dan walau hatiku berkata Ya, aku akan tetap berkata tidak. That’s your choice. What can I do? Aku hanya dapat memberikanmu pelukan sahabat saat kau membutuhkanku… ingatlah “kawan” saat kau menangis padaku karena sahabat sejatimu meninggalkanku? Kubuka lebar pelukanku agar kau tak merasa kesepian. Kini saat sahabatmu telah kembali, kau pergi meninggalkanku tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal.

BAHAGIALAH KAWAN, tak apa jika kau tak ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar