Kulangkahkan
kakiku ke tempat yang selama ini aku impikan. Kusapukan pandanganku ke semua
penjuru. Tak ada satupun yang membuatku menyesal memijakkan kakiku disini. Dan disinilah
aku akan mulai mewujudkan mimpi besarku, mimpi mulia ibuku, mimpi sukses semua
keluargaku. Disinilah aku sekarang, menjadi bagian kecil keluarga besar ini,
keluarga Universitas Airlangga.
Menjadi
perawat, tak pernah terpikirkan diriku akan menjadi seperti itu, bahkan
membayangkannya saja sudah membuatku mual . Selama ini aku takut dengan jarum
suntik,benci bau alcohol, darah, bau orang sakit, aku benci itu semua. Tapi sekarang
aku disini, menggeluti dunia itu. Bukan tanpa alasan, tapi ini murni rencana
Tuhan dan doa tulus ibundaku.
Aku
seperti diperdaya dengan doa ibuku, dijerumuskan mimpi mulianya. Walau ini
berat untukku saat ini, tapi aku bahkan tak bisa melangkah mundur. Melihat senyum
ibu yang bangga dengan anaknya, menjadi pemicu semangatku untuk berusaha keras
mewujudkannya. Tunggulah anakmu ini Ibu, aku akan menjadi lebih hebat dengan
caraku dari doamu yang telah Tuhan kabulkan.
Aku
sudah menetapkan tujuan hidupku, untuk apa aku hidup didunia ini, dan dengan
tujuan itu aku percaya semua rintangan nantinya akan berakhir dengan indah. Karena
tujuanku baik, dan terlalu baik sampai aku iri dengan tujuan hidupku sendiri. Aku
hidup untuk Ibuku, agamaku, dan adikku. Aku akan berusaha yang terbaik untuk
membuat kerja keras ibuku terbayar, dan menjadi kakak yang baik untuk adikku. Dan
akhirat yang damai dengan balasan adil-Nya, aku ingin hidup damai disana. hanya
itu yang aku inginkan untuk bayaran perjuanganku.
Disamping
itu semua, dari semua ini, dibalik kenyataan ini, aku hidup dengan menulis. Mimpiku
menjadi penulis hebat, seorang penjelajah dan penemu semua hal yang bisa
menyelamatkan banyak umat. Aku ingin nantinya bisa bersekolah di luar negeri
dengan bakat yang aku miliki, dan walau aku tak memiliknya, aku akan pergi kesana
dengan kerja keras dengan pertolongan-Nya.
Aku tak memungkiri semua orang
membutuhkan uang, uang yang banyak dan tak khawatir untuk membeli apapun. Aku pun
juga ingin seperti itu, tapi ada hal yang lebih aku pilih dari pada memiliki
banyak uang. Aku ingin, Kedamaian. Sepotong roti dan secangkir colat panas
dipagi hari diiringi kicau burung, embun pagi menyelimuti rerumputan
dipekarangan rumah, perasaan damai seperti itu yang aku impikan dimasa depan. Melihat
adikku bersekolah tinggi dengan bakatnya, ibuku yang memiliki usaha dan selalu
tersenyum saat menghitung hasil jualannya, keadaan itulah yang ingin aku
dapatkan. Semua pemandangan damai
seperti itu yang akan aku lukis dikanvas kehidupanku, dan saat ini aku dalam
proses mencari kuas dan cat yang berkualitas untuk membuat hasil lukisanku
berkualitas.
Aku tidak akan berusaha keras
sendiri mencarinya, aku tak mau dan tak akan melakukannya, aku akan
menggantungkan diriku. Aku akan menggantungkan diriku pada cakar kehendaknya-Nya.Tapi
bukannya berdiam diri dan hanya bermimpi menunggu Tuhan membawaku kesana, tapi
dengan ridho-Nya semua usahaku akan dikabulkannya. Ini semua mimpiku, aku tak
tahu apa rencana Tuhan untukku. Semua yang terjadi saat ini dan nanti aku akan
terus mensyukuri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar