Kamis, 10 Agustus 2017

KUBUKA LEMBARAN BARU

Kulangkahkan kakiku ke tempat yang selama ini aku impikan. Kusapukan pandanganku ke semua penjuru. Tak ada satupun yang membuatku menyesal memijakkan kakiku disini. Dan disinilah aku akan mulai mewujudkan mimpi besarku, mimpi mulia ibuku, mimpi sukses semua keluargaku. Disinilah aku sekarang, menjadi bagian kecil keluarga besar ini, keluarga Universitas Airlangga.
Menjadi perawat, tak pernah terpikirkan diriku akan menjadi seperti itu, bahkan membayangkannya saja sudah membuatku mual . Selama ini aku takut dengan jarum suntik,benci bau alcohol, darah, bau orang sakit, aku benci itu semua. Tapi sekarang aku disini, menggeluti dunia itu. Bukan tanpa alasan, tapi ini murni rencana Tuhan dan doa tulus ibundaku.
Aku seperti diperdaya dengan doa ibuku, dijerumuskan mimpi mulianya. Walau ini berat untukku saat ini, tapi aku bahkan tak bisa melangkah mundur. Melihat senyum ibu yang bangga dengan anaknya, menjadi pemicu semangatku untuk berusaha keras mewujudkannya. Tunggulah anakmu ini Ibu, aku akan menjadi lebih hebat dengan caraku dari doamu yang telah Tuhan kabulkan.
Aku sudah menetapkan tujuan hidupku, untuk apa aku hidup didunia ini, dan dengan tujuan itu aku percaya semua rintangan nantinya akan berakhir dengan indah. Karena tujuanku baik, dan terlalu baik sampai aku iri dengan tujuan hidupku sendiri. Aku hidup untuk Ibuku, agamaku, dan adikku. Aku akan berusaha yang terbaik untuk membuat kerja keras ibuku terbayar, dan menjadi kakak yang baik untuk adikku. Dan akhirat yang damai dengan balasan adil-Nya, aku ingin hidup damai disana. hanya itu yang aku inginkan untuk bayaran perjuanganku.
Disamping itu semua, dari semua ini, dibalik kenyataan ini, aku hidup dengan menulis. Mimpiku menjadi penulis hebat, seorang penjelajah dan penemu semua hal yang bisa menyelamatkan banyak umat. Aku ingin nantinya bisa bersekolah di luar negeri dengan bakat yang aku miliki, dan walau aku tak memiliknya, aku akan pergi kesana dengan kerja keras dengan pertolongan-Nya.
            Aku tak memungkiri semua orang membutuhkan uang, uang yang banyak dan tak khawatir untuk membeli apapun. Aku pun juga ingin seperti itu, tapi ada hal yang lebih aku pilih dari pada memiliki banyak uang. Aku ingin, Kedamaian. Sepotong roti dan secangkir colat panas dipagi hari diiringi kicau burung, embun pagi menyelimuti rerumputan dipekarangan rumah, perasaan damai seperti itu yang aku impikan dimasa depan. Melihat adikku bersekolah tinggi dengan bakatnya, ibuku yang memiliki usaha dan selalu tersenyum saat menghitung hasil jualannya, keadaan itulah yang ingin aku dapatkan.  Semua pemandangan damai seperti itu yang akan aku lukis dikanvas kehidupanku, dan saat ini aku dalam proses mencari kuas dan cat yang berkualitas untuk membuat hasil lukisanku berkualitas.
            Aku tidak akan berusaha keras sendiri mencarinya, aku tak mau dan tak akan melakukannya, aku akan menggantungkan diriku. Aku akan menggantungkan diriku pada cakar kehendaknya-Nya.Tapi bukannya berdiam diri dan hanya bermimpi menunggu Tuhan membawaku kesana, tapi dengan ridho-Nya semua usahaku akan dikabulkannya. Ini semua mimpiku, aku tak tahu apa rencana Tuhan untukku. Semua yang terjadi saat ini dan nanti aku akan terus mensyukuri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar