SAMPAI JUMPA TEMAN
Kata yang mungkin
sepantasnya aku dan mereka katakan padamu saat ini adalah “maaf” atau mungkin
hanya aku yang merasa perlu mengatakan itu. Maaf jika mungkin membuatmu tak
nyaman berada disini. Maaf sering menjadikanmu objek presentasiku dan yang
pasti maaf tak sempat mengatakan terima kasih atas semua kebaikanmu sobat.
Kenapa mereka dengan
mudahnya melepaskan bayi kelinci ke hutan liar,aku tak dapat mengatakan betapa
itu perbuatan yang kejam. Dan hanya aku yang berfikiran ingin melindunginya.
Tapi kelak kau juga akan menjadi kelinci dewasa yang tetap imut dan
menggemaskan. Melepaskanmu sekarang ataupun nanti tak ada bedanya, kau juga
tetap tumbuh dewasa.
Sekarang tak akan
ada wajah lugu yang tak menganggap cercaan sebagai hinaan dan tak peduli pada
apapun walau langit bergemuruh dan akan hancur. Tak akan ada pipi lentur yang
menggemaskan dan kulit pucat. Aku akan rindu itu. Dan kini aku merasa menjadi
yang terlemah diantara mereka. Kelinci kecil telah pergi dan aku tetap disini
menjadi kelinci kecil yang lemah ditengah anak harimau yang belum mengerti
makanan mereka.
Kau yang selalu
memanggilku dengan panggilan yang tak kusukai. Kenapa tak kau penggil aku
sekali lagi sebelum pergi agar aku membencimu karena panggilan itu. Kau teman
yang mulai aku anggap teman, dan kau pergi.
SAMPAI JUMPA TEMAN. Aku harap kau betah disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar