Kamis, 13 Agustus 2015

12 Agustus 2015

SAMPAI JUMPA TEMAN
Kata yang mungkin sepantasnya aku dan mereka katakan padamu saat ini adalah “maaf” atau mungkin hanya aku yang merasa perlu mengatakan itu. Maaf jika mungkin membuatmu tak nyaman berada disini. Maaf sering menjadikanmu objek presentasiku dan yang pasti maaf tak sempat mengatakan terima kasih atas semua kebaikanmu sobat.
Kenapa mereka dengan mudahnya melepaskan bayi kelinci ke hutan liar,aku tak dapat mengatakan betapa itu perbuatan yang kejam. Dan hanya aku yang berfikiran ingin melindunginya. Tapi kelak kau juga akan menjadi kelinci dewasa yang tetap imut dan menggemaskan. Melepaskanmu sekarang ataupun nanti tak ada bedanya, kau juga tetap tumbuh dewasa.
Sekarang tak akan ada wajah lugu yang tak menganggap cercaan sebagai hinaan dan tak peduli pada apapun walau langit bergemuruh dan akan hancur. Tak akan ada pipi lentur yang menggemaskan dan kulit pucat. Aku akan rindu itu. Dan kini aku merasa menjadi yang terlemah diantara mereka. Kelinci kecil telah pergi dan aku tetap disini menjadi kelinci kecil yang lemah ditengah anak harimau yang belum mengerti makanan mereka.
Kau yang selalu memanggilku dengan panggilan yang tak kusukai. Kenapa tak kau penggil aku sekali lagi sebelum pergi agar aku membencimu karena panggilan itu. Kau teman yang mulai aku anggap teman, dan kau pergi.  SAMPAI JUMPA TEMAN. Aku harap kau betah disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar