Selasa, 11 Agustus 2015

8 Agustus 2015

Cerita Dibalik Hilangnya Es Coklat Berlian

Mungkin tak pernah ada yang mengetahui cerita ini jika tak sampai hati aku mengaploadnya di blog ini. Tapi blog ini sudah menjadi cerita hidupku yang aku tak kan takut setiap orang di dunia ini membacanya. Cerita dibalik hilangnya es berlian, bukan bagaimana es itu menghilang. Bukan itu yang akan aku ceritakan. Tapi bagaimana cerita ini memberikanku teguran tersakit yang pernah aku dapatkan dari orang-orang yang kusayangi. Setiap cerita selalu ingin aku ceritakan pada orang yang aku sayangi, entah itu bahagia ataupun duka, semua terasa lebih manarik jika kuulang kembali ceritanya. Dan mungkin cerita dibalik hilangnya es berlian akan menjadi cerita terakhir yang belum sempat aku selesaikan dan cerita terakhir yang kan aku ulang kembali ceritanya untuk aku ceritakan untuk orang yang selalu aku ingin untuk memberiku nasihat. Setiap rasa sakit itu pasti akan ada obatnya, namun tak selamanya rasa sakit itu dapat disembuhkan dengan barang yang namanya obat. Mungkin aku telah sampai pada rasa sakit yang seperti itu. Itulah kejadian dibalik cerita hilangnya es berlian yang memberiku rasa sakit yang akan membekas tanpa ada penyembuhnya.

Untuk berlian : Es coklatmu akan aku ganti dengan rasa es coklat paling manis yang pernah kau rasakan. Dan terima kasih atas es coklat yang kau tinggalkan di bangku kelasmu yang telah membuat hati ini  bertambah kuat dari sebelumnya. Suatu hari nanti jika hati ini sudah tak sanggup menanggung beban berat dari kejamnya kehidupan, aku akan  memintamu meninggalkan Es coklatmu kembali dan aku harap kau tak marah dan keberatan.

2 komentar:

  1. Sakitmu bukan sakit yang paling sakit, Mel...

    -Pemilik es coklat

    BalasHapus
  2. Siapa yang dapat mengetahui rasa sakit seseorang selain orang itu sendiri?

    BalasHapus