Kamis, 06 Agustus 2015

WOMEN'S LIFE

Mulai sekarang, BLOG ini bukan hanya berisi postingan video k-pop yang lagi buming. bukannya tanpa manfaat, tapi aku mulai menyadari dengan semua itu tak ada perubahan yang lebih baik dalam hidupku. BLOG ini akan berisikan kehidupanku mulai saat ini, dan kalian boleh gabung jika ada hal yang ingin kalian ceritakan. Ini soal perubahan. MY DIARY




27 Juli 2015
 Kematian sedekat kita dengan urat nadi. Kita tak dapat melihatnya, tapi saat waktu itu sudah dekat kita dapat merasakannya. Tuhan Maha Pandai dalam mengatur kehidupan dan kematian umatnya, sisa umur kita tak diperlihatkan olehNya. Walaupun kita dibuat lalai oleh itu semua, semua kesenngan duniawi yang semu, kita menjadi lupa akan kematian kita, dosa-dosa kita. Dan dengan egonya kita berfikir bahwa usia kita masih panjang dan hari tua menjadi jaminan penebusan dosa dan taubat. Kini kudisadarkan oleh kematian seseorang dalam kemungkarannya. Terlihat semua auratnya dan mungkin belum sempat mengakui dosa-dosanya. Kematian ada disekitar kita, jika kita lalai dan tak sengaja menyentuhnya, ajal yang menjadi balasannya. Ada beberapa orang yang menginginkan kematian, entah apa yang terfikir didalam otak kosongnya, apakah mereka mengira sudah tak punya dosa? Jika aku ingin, aku ingin mati saja saat masih muda, saat tangan-tangan setan tak dpat menyeretku ke rumahnya dineraka. Kertas tanpa sedikitpun noda hitam karena dosa dan zina yang setiap hari kini jadi santapan yang biasa, dan amalan-amalan serta sholat seakan menjadi kegiatan kaku yang jarang dilakukan. Tuhan terimakasih atas hidayah dan jalanmu menyadarkanku menuju kembali ke jalan kebaikanmu walaupun dengan caramu yang tak kusukai. Ramadhan ini aku ingin bukan ramadhan terakhirku, aku ingin mengkhatamkan al-qur’an walau satu kali lagi dalam hidupku. Aku ingin mencium kedua orang tuaku dengan hati yang lapang tanpa rasa benci dan amarah. Kembali menjalankan ibadah yang sudah lama kutinggalkan. Aku ingin mati  dengan membawa kedamaian hati. Aku yakin saat itu adalah saat aku dapat membahagiakan kedua orang tuaku dengan kesukssesan dan menjadi anak yang patuh yang sholehah.

29 Juli 2015
          Derajat kehilangan seseorang sebanding dengan baesarnya kita menyayanginya dan nyaman saat berada didekatnya. Hari ini aku kehilangan cintaku, sahabatku dan dunia yang kuciptakan sendiri. Marah, sedih semua perasaan itu jadi satu membentuk gelembung sabun yang siap pecah kapanpun. Untuk hidup sendiri tanpa rasa takut sepertinya hanya impian belaka. Ya Tuhan, aku harap ini sebagai caramu mengingatkanku akan pentingnya curhat denganMu. Kini laptoppun sudah tak dapat dipercaya untuk menjaga rahasia. Sepertinya mimpi indah tentangmu tak akan indah lagi mulai tidur hari ini. Tawa lepas tanpa rasa curiga kini mungkin hanya mimpi di siang bolong. Aku takut mereka mengetahui semua yang sebenarnya aku rasakan, BUSUK. Tak jujur pada diri sendiri, dialah orang yang benar-benar aku sayangi dan seperti itulah caraku mencintainnya. Dia yang hadir dalam setiap mimpi liburanku dan memberiku senyum semangat untuk terus bertahan dalam dunia yang kini kuhadapi saat ini. Aku memang benci, kesal, dan hanya amarah yang akan keluar dari mulut ini saat bersamanya, itulah caraku mempertahankannya. Bukan mereka yang selalu aku puja-puja yang ketara didepan mata. Bukan hatiku yang menginginkanya, tapi nafsuku. Aku tak mengerti pasti kenapa aku menangisimu karena kelakukanmu terhadapku dengan begitu parahnya, ya mungkin karena tangis itu berasal dari hatiku yang bertugas memproduksi barang bernama cinta dan kini mesin itu sepertinya telah terselipi benda jorok yang disebut aib dan tak dapat lagi menghasilkan cinta. Dunia yang hanya aku miliki sendiri ini telah rusak, dan aku tak yakin dapat memperbaikinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar