HAMPA
Ini bukan flu, tapi aku baru saja nangis. Nangis dikegelapan, dengan alasan yang konyol, yang setiap orang akan bilang aku berlebihan kalau mereka tahu sebabnya. Lagu MBLAQ MIRROR mungkin tahu jawabannya. Tapi aku memilih tak mengakui itu walau dalam hatiku.
Sekarang rasanya hampa, sari dalam hidupku rasanya seperti hilang, aku bagaikan ampas. Dan aku menyadari itu. Mugkin hanya sedikit rasa yang masih tertinggal, aku akan mencarinya dan menjadikannya sebagai rasa terindah.
Orang mengatakan aku bodoh dan aku tak malu saat mereka mengatakan itu. “Manusia tak bisa berfikir”, dan aku tak marah, sekalipun mereka mengatakan itu juga. Ini bukan karena aku memang tak bisa berfikir karena menanggapi cacian itu tanpa sedikitpun membalasnya. Itu semua karena aku punya hal yang namanya JIWA. dan JIWAku tak ada dihati mereka yang melihatku hanya dengan mata buta tanpa cinta, pengertian dan harapan. Kumaklumi perkataan mereka, karena aku tahu aku lebih mengetahui jiwaku dan apa diriku.
Ini seperti perang batin yang tak kuketahui kapan awalnya dan bagaimana akhirnya. Perang tanpa senjata. Saatku menangpun aku tak akan mengerti artinya kemenangan. Kemenangan itu sama rasanya seperti kegagalan. Aku menang dengan batinku dan mengalahkan betinku sendiri. Karena lawanku adalah diriku sendiri.
Hampa akan jadi sahabatku sampai aku mewujudkan mimpiku. Hampa yang akan memberiku semangat untuk tak mengenal gagal dan mengerti apa itu menyerah. Hampa yang akan mendengarkan semua ceritaku, menghapus air mataku dan bercerita cerita konyol yang kan membuatku tertawa. Kata yang tepat yang dapat menggambarkan perasaanku saat ini. “HAMPA”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar